Masih relevannya tulisan saya terkait penghapusan NIDN
membuat saya sedih. Artinya masih banyak orang-orang yang bernasib kurang lebih
sama dengan saya. Orang-orang yang baru lulus dan menginginkan untuk segera
mengabdi, segera mendapatkan homebase. Apalagi biasanya bagi penerima beasiswa
diharuskan mengabdi selama N+1 atau N+2. Namun sepertinya karena curhatan saya
tersebut terlalu panjang, justru menjadi sulit dipahami oleh pembaca. Entah
karena kurang membaca detail, atau saya yang terlalu bertele-tele. Yang jelas
waktu itu saya menulis masih dalam kondisi baper. LOL.
Kenapa saya katakan sulit dipahami? Pertama, saya menerima
banyak email dan pesan melalui media sosial. Saya sih senang-senang saja. Namun
rupanya pertanyaan mereka kadang serupa, dan jawabannya sudah ada dipaparkan
secara gamblang di blogpost saya dua tahun lalu. Kedua, banyak yang meminta
pendapat terkait labgkah yang harus diambil. Saya bukan person in charge dalam
hal ini. Jadi saya tidak punya kapasitas untuk menentukan kamu harus anu, kamu
jangan ini dulu. Tanggungjawabnya besar, gengs. Di blogpost itu saya hanya
sharing pengalaman dan saya juga sudah paparkan untuk segala pertanyaan terkait
bisa langsung ditanyakan via PINTU di Kemenristekdikti.








