Saya dan
HB mendadak pergi ke Tangerang di
pertengahan bulan lalu. Bukan dalam rangka honeymoon sih, tapi ya bebas aja
kalau orang-orang mau bilang begitu. LOL. Awalnya saya lupa kalau kami sudah
melakukan reservasi di hotel Grand Zuri BSD, Tangerang untuk pertengahan
Agustus. Seketika itu juga, pas saya dan HB ingat kami langsung aja menyeberang
ke Tangerang dari Lampung. Kebetulan HB memang mau belanja dan ada keperluan
untuk bertemu dengan klien di sana.
Kenapa Sarapan Itu Penting?
Tuesday, September 26, 2017
Pertanyaan itu selalu saya lontarkan kepada
mahasiswa sebelum memulai kuliah. Terlebih saya mengajar di hari Senin dan
Jumat Pukul tujuh pagi. Jadwal kuliah yang terlalu pagi membuat mahasiswa tidak
sempat, eh saya lebih senang menyebutnya tidak menyempatkan diri untuk sarapan.
Ternyata benar, sebagian besar mahasiswa belum sarapan.
Kenapa Dosen Harus Ngeblog?
Monday, September 25, 2017
Sebagai akademisi, tentu kita harus menulis. Makalah atau jurnal yang kita tulis memang butuh sentuhan SEO. Eh ada yang nggak tau SEO rupanya, Search Engine Optimation. Jadi tulisan kita bisa lebih gampang dicari karena lebih SEO atau google-friendly sih kalau bahasa saya. Orang akan menemukan tulisan kita hanya dengan memasukkan keyword tertentu. Nah, kalau orang sudah nemu tentunya akan menyitasi tulisan kita. Bukan sekedar keyword, template juga ternyata berpengaruh dalam pencarian makalah. Saya juga dapat bocoran dan tools yang memudahkan dalam penulisan makalah. Ini mungkin akan saya tulis lain waktu.
So much drafts killing meeee -______-
Tantangan Keuangan Syariah di Indonesia
Wednesday, September 6, 2017
![]() |
| Foto: Indobisnis.indobis.co.id |
Urusan keuangan syariah di Indonesia diramalkan bakal
berkembang dengan sangat cepat. Tidak cukup hanya cepat saja, keuangan syariah
di Indonesia seharusnya sustain alias
berkelanjutan. Hal ini dapat terwujud apabila didukung dengan integrasi dan sinergitas
antara sector riil, keuangan, dan religious sosial sehingga ketiga sektor tersebut bias
tumbuh bersama-sama dan terjamin keberlanjutannya. Keuangan syariah
dapat berkompetisi dengan keuangan konvensional jika semua stakeholder yang
terdiri atas regulator, pemerintah, industri, akademisi dan pihak-pihak lain
yang terkait terus kompak dalam menyusun dan melaksanakan program pembangunan
berbasis keuangan syariah. Bukan tidak mungkin keuangan syariah Indonesia juga
daat bersaing di industri keuangan syariah global.
Subscribe to:
Posts (Atom)




