Salah satu yang bikin saya parno dan pernah berpikir untuk nggak mau nikah adalah warisan penugasan rumah tangga yang patriarki. Di beberapa pekon (desa) di sini perempuan disuruh ke ladang sekaligus juga mengerjakan tugas sumur, kasur, dapur. Sementara si laki-laki ongkang-ongkang kaki, sambil ngudut minum kopi. Ngeselin.
Yang Terserak dari Perayaan Hari Bumi di Kampung Konservasi
Sunday, April 23, 2017
Dalam rangka menyongsong Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 April, saya membawa bendera Jaringan Perempuan Padmarinu bersama-sama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung bekerjasama dengan Tim 10 Pemuda Karang Taruna Kampung Konservasi Pekandangan, menggelar kegiatan penanaman 1000 bibit pohon di bantaran DAS Way Seputih, Minggu (16/4).
Subscribe to:
Posts (Atom)

