3 WISATA ALAM YANG MENAWAN DI SUKABUMI


 
Kota Sukabumi bisa dibilang menjadi kota transit pariwisata karena daerahnya yang kecil dan dekat dengan kota Jakarta dan Kota Bandung, serta karena udara yang ada di Kota Sukabumi sejuk. Kota yang memiliki suhu 19-24 derajat celcius ini berada di dekat Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Sehingga keindahan alamnya menjadi daya tarik yang tidak bisa dikesampingkan.

YELLOW TRUCK: KOPI, BLOG DAN KAMU




Pamor Yellow Truck mungkin nggak terlalu asing bagi orang-orang yang tinggal di kota besar. Dan amazingly, mereka hadir juga di Lampung awal tahun ini. Saya sempat dapat bad review soal Yellow Truck Bandung, tapi entah kenapa saya penasaran pengin nyobain Yellow Truck yang berlokasi di Jl ZA Pagar Alam ini.

PULAU MENGKUDU, DEMI APA SIH BERJUANG KESANA?




Widih judulnya, kayaknya isinya bakal kontroversial nih!

Haha... jangan suudzon dulu, itu adalah pernyataan sekaligus pertanyaan dari Bang Ari, warga Desa Kunjir. Bang Ari hanya salah satu dari puluhan pemilik perahu yang diuntungkan dengan tenarnya Pulau Mengkudu di Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

CERITA LEBARAN ASYIK BERSAMA KELUARGA BESAR



"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

Q.S. Luqman (31:14)


Saya merasa perlu bercerita tentang hore-horean-ala-saya di lebaran kali ini setelah saya misuh-misuh di tulisan saya minggu lalu dan bilang bahwa saya nggak merayakan lebaran. Honestly, awalnya saya males banget untuk pergi kemana-mana karena emang saya sakit selama lebaran kemarin. Itu kenapa juga mungkin saya jadi curhat baper banget minggu lalu. Jadi saya merasa bertanggungjawab untuk memberikan aura positif bagi lebaran saya yang sendu.

EL'S COFFEE: BAWA TUMBLERMU, NIKMATI KOPIMU!




Honestly, kedai kopi di Lampung yang pertama dan sering banget saya datangi adalah El’s Coffee. Selain KFC Coffee tentunya. Terutama El’s Coffee Mall Boemi Kedaton (MBK) yang letaknya strategis banget kalo saya mau menclok sana-sini kecuali harus parkir muter-muter. Paling enak ya kalo naik angkot.

SATO BATOK, MENIKMATI SOTO UNTUK JIWA DAN RAGA BAHAGIA




Udah banyak banget postingan kawan yang bercerita tentang soto unik ini. Padahal saya sendiri pertama kali ke sana tanggal 27 Februari 2015 lalu, tapi sayangnya belum sempat cerita. Dan foto-foto ini saya ambil ketika kami kelaparan setelah pulang dari berpagi di Candi Plaosan.


Selamat Lebaran, dari Saya yang Tidak Merayakan




Dulu semasa kecil saya sangat larut dalam euphoria lebaran. Berpuasa, tilawah, jadi anak manis demi kelak bisa merayakan kemenangan dari semua kesulitan dan tantangan yang harus saya alami selama satu bulan.

Dulu, sewaktu saya masih dua bersaudara, kami sangat senang pergi lebaran ke rumah Mbah dari Ibu. Kami selalu pergi ke sana kalau lebaran karena Mbah Kakung dan Mbah Putri dari Bapak nggak merayakan. Kami sebut itu mudik meski hanya berjarak tiga sampai empat jam dari kampung kami. Setidaknya, kami bahagia karena bisa mudik ke kota. Sambil merayakan kenaikan kelas dengan puncak prestasi, kami sangat menikmati hari-hari kami dalam berpuasa.


SAYA, KAMERA PONSEL MEREKA DAN EFEK RUMAH KACA





 
Saya dan kamera ponsel? Umm... sepertinya bolehlah sesekali bercerita tentang romantika saya dan kamera ponsel. Meski saya nggak se-high-tech itu, meski saya juga belum mampu memenuhi kebutuhan akan kamera berponsel yang mumpuni hingga kini.

Saya anaknya emang terbukti SETIA.

Pertama kali saya saya punya ponsel agak canggih adalah di tahun 2007 akhir. Waktu itu saya beli ponsel seharga Rp. 7xx.000 dari uang beasiswa. Itu adalah ponsel tercanggih diantara saya dan kawan-kawan. Nggak heran kami sering foto pakai kamera ponsel saya. Meski belum tenar istilah ‘selfie’, kami sudah melakukannya. Dan saya sendiri memajang foto di Facebook pertama kali dengan kualitas VGA di kamera ponsel yang saya banggakan itu.

Berpagi di Plaosan, Sunyi Tanpa Matahari




Selamat lebaran, selamat liburan!

Eh, sebelumnya ini sih pengakuan yaaa... kalo postingan ini adalah postingan kangen. Ada kalanya saat-saat paling menyakitkan di perantauan adalah saat yang kamu rindukan di suatu malam. Apalagi sambil milah-milah foto karena gadget jadulmu udah mulai teriak karena kelebihan muatan.Tsaah. Bahasa gue!


Ini adalah salah satu perjalanan yang kami lalui di suatu pagi. Cerita tentang setahun silam. Saya dan dua orang yang paling sering hadir secara fisik di hadapan saya, di hari-hari sulit saya. Niko dan Bang Didi. Tentunya ada Kak Indra juga, sahabat yang paling sering membersamai saya untuk alasan lembur  tesis di warung kopi.


TOILET CAFE, ANOTHER AMAZING START UP IDEA




Puasa media sosial nggak pernah bisa berhasil sekalipun berada di negeri antah berantah dimana kamu harus banget diam di bawah pohon jeruk atau pergi ke depan rumah untuk nyari sinyal. Maksud saya, puasa daripengaruh buruk media sosial (dan juga media mainstream). Pasalnya masyarakat kita emang sukanya ngeramein hal-hal kecil dan remeh temeh.