Perpuseru, Sisi Lain Masjid Kubah Intan Kalianda






“Aku punya tongkrongan baru!” adikku berseru, “Masjid Kubah Intan!”
“Eh, jangan main di sana. Banyak orang jahat tauk!” saya nyamber.
“Kamu nggak gaul. Di sana ada perpus trus dijagain Satpol PP!”

LDR BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA




Susah bagi saya untuk nggak kagum dengan seorang Swandari Auliya Izzati. Ibu muda beranak satu yang kerap disapa Mak Liya ini emang menyimpan segudang prestasi dan bakat yang bikin saya terus berdecak kagum. Saya emang nggak terlalu kenal dengan perempuan kelahiran 1990 yang semula saya panggil ‘Mbak’ ini. Bahkan membaca blognya pun belum cukup untuk bisa mengenalnya.

Saya kenal dia dari privat chat gara-gara mau daftar seminar bisnis yang digawangi oleh PKPU Jogja. Waktu itu saya ngejar tiket gratisan, dan Mak Liya punya. Sayangnya saya gagal ketemu dengan Mak Liya karena saya udah sangat kesakitan banget karena disminor waktu itu. Dia yang duduk di deretan bangku depan menyulitkan saya yang duduk di barisan tengah nyaris ke belakang.

Kisah Udin, Parno dan Agus yang Malang di Pengadilan




Tergopoh-gopoh Agus kembali datang ke kantor Pengadilan.

“Kenapa kamu ngasih berkas kamu ke Parno? Saya tunggu-tunggu kok kamu nggak datang-datang,” Udin nampak sangat kesal.

“Maaf, Pak, emangnya salah, ya? Tadi sewaktu saya pamit sama Bapak untuk pergi ke rental, Pak Parno mencegat saya. Dia bilang dia yang akan membuatkan surat permohonan dan surat pernyataan saya, Pak. Jadi saya nggak perlu pergi ke rental. Pak Parno juga bilang kalau dia yang akan menyerahkan berkas saya ke Bapak,” Agus sangat bingung sekaligus takut.

Lika-Liku Kehidupan yang Hanya Dipahami Oleh Mereka yang Kuliah di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (Universitas Lampung)!

Foto: thp.fp.unila.ac.id

 
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati oleh calon mahasiswa. Padahal tidak banyak kampus yang menawarkan jurusan ini. universitas Lampung hanyalah salah satunya. Tidak sedikit yang menyangka bahwa menjadi mahasiswa di jurusan ini sama artinya dengan belajar mencangkul, bertanam hidroponik, atau hanya masak-memasak. Nyatanya, ketika ilmu di THP dikupas lebih dalam lagi akan tampak lebih kompleks dari sekedar lapisan kulit bawang. Trust me!

KARENA KAMI MANJA DAN SELALU INGIN DIMENGERTI



Foto: Pinterest


Setelah beberapa hari puasa sosmed karena sedang berada di kampung, saya pikir puasa saya jadi sedikit lebih mudah. Pasalnya, saya jadi nggak sering ngamuk, misuh-misuh apalagi sebel sama ulah para pengguna medsos yang kadang lebay sampe jahat. Tapi Minggu siang (12/6) kemarin beda. Saya nonton TV hampir seharian dan mulai tersulut emosi lagi.

Salah satu channel TV menyiarkan berita siang tentang Bu Saeni, perempuan perantau dari Jawa Tengah yang mencari hidup dan penghidupan di Kota Serang, Banten. Masih di Indonesia. Dalam video mereka, terlihat Bu Saeni sangat sedih, menangis, terlihat lemas dan kebingungan. Barang dagangannya yang baru selesai dimasak dimasukkan oleh beberapa anggota Satpol PP ke dalam plastik. Dimasukkan begitu saja tanpa peduli jeritan sang empunya warung. Sementara anggota lainnya malah sibuk membentak-bentak ibu yang tampak udah nggak berdaya ini. Terus pertanyaan saya, mau dikemanakan itu makanan segitu banyaknya?

12 Fakta tentang #1Minggu1Cerita





Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Untuk bisa menjadi blogger hits itu butuh banget perjuangan. Setidaknya itu menurut saya sih -____- gabung di grup-grup blogger kece, udah. Mepet-mepet bloger profesional, udah. Tapi yang namanya NIAT YANG LURUS itu susah banget buat dijalanin, beda dengan niat bengkok. Selalu aja ada alasan untuk mangkir dari konsistensi.