Costumize Semua Kebutuhan Kedai Tanpa Ribet



Setelah membesarkan Vito Buku bersama Hungry Bear (HB) yang belum juga bisa besar dan mandiri hingga kini, kami terus memutar otak untuk bisa survive. Tapi yang namanya berusaha kalo nggak jodoh atau nggak disertai dengan passion kan emang susah. Karena passion kami adalah buku dan kopi, maka kami tertarik untuk jualan kopi.


Ini sudah dimulai sejak sekitar sebulan lalu. Kami menyuplai kopi untuk beberapa kedai di Cimahi dan sekitarnya. Juga menjualnya secara online. Kopi andalan kami adalah kopi liwa robusta premium. Dengan penanganan khusus sehingga cita rasanya jadi nggak cuma pahit doang. Orang taunya kopi lampung itu pahit. Jadi kurang ‘menjual’, tapi kopi lampung yang kami punya beda.

Amazing Manda di Mataku


Masih lekat dalam benak saya, dulu saya memanggilnya ‘Manda’ pertama kali di grup WA Blogger Cantik Jogja dan beberapa bertanya, kenapa dipanggil Manda? Siapa Manda? Wah,pasti belum pada berkunjung ke blog-nya tuh. Haha. Itu sekitar setahun lalu.
Dulu, sewaktu kuliah S1, saya punya ‘Manda’ dan ‘Panda’ di kampus. Sebutan untuk ketua dan sekretaris bidang pendidikan di organisasi kampus di jaman saya masih bau kencur. Sebutan itu akronim dari Mama-nya Nda dan Papa-nya Nda. Hehe. Jadi ketemu Manda dan Panda di Jogja seperti mengulang kenangan masa lalu yang tak lekang oleh waktu. Tsaaahhh.

PENGUMUMAN PEMENANG GIVEAWAY #BLOGGERPEDULIMASADEPAN

Foto: Pinterest


Hallo, selamat Jumat!

Di Jumuah barokah ini saya pengen ngingetin kawan-kawan lagi bahwa saya masih punya utang sama banyak orang. LOL. Salah satunya, PENGUMUMAN PEMENANG GUEST #BLOGGERPEDULIMASADEPAN. Apa ?! Kalian udah lupa kalo saya ngadain giveaway? Hahaha.

Seharusnya, ini saya umumkan kemarin. Tapi karena Si Bapak Jurinya super sibuk sekali dan ada dua sponsor yang belum ngirim hadiahnya, jadi tertunda, deh. Maaf banget, ya :( Oh iya, tulisan kawan-kawan diranking oleh seorang aktivis lingkungan yang berperang untuk diet kantong plastik, Rahyang Nusantara. Nah, salah satu capaian besarnya adalah disahkannya aturan kantong plastik berbayar di pasar swalayan. Jadi kalo ada yang nggak sepakat sama aturan itu, serbu aja dia di akun twitter @dewa_rahyang. LOL.

MERAWAT ORGAN INTIM TAK PANDANG USIA DAN GAYA HIDUP

Sumber: pinterest


"Banyak penyakit berbahaya yang dapat menyerang organ reproduksi, antara lain keputihan, vulvitis, vaginitis, herpes simpleks, HPV, kutil kelamin, displasia. Selain itu, ada penyakit kista indung telur dan penyakit yang mematikan seperti kanker vulva, kanker leher rahim, kanker indung telur. Di seluruh dunia lebih dari 600 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks, dan di Indonesia kanker ini telah merenggut nyawa seorang wanita setiap jamnya."


Sebagai perempuan yang susah diam di rumah, saya memang kerap menghadapi masalah kesehatan yang membuat aktivitas jadi terhambat. Salah satunya masalah bau. Setelah ditelusuri, masalah bau yang saya alami disebabkan oleh dua sumber. Bau badan dan bau dari organ intim. Semua itu nggak lain karena padatnya aktivitas dan suhu udara di lingkungan yang semakin tinggi sehingga menyebabkan keringat berlebih.

Untuk bau badan, saya cukup mandi dua kali sehari, memakai deodoran dan sedikit parfum. Tapi kalo bau organ intim, masa iya mau disemprot deororan? LOL.

Masalah organ intim ini sempat membuat saya galau. Pasalnya saya pernah mengalami masalah pada sistem reproduksi yang memang ada hubungannya dengan organ intim. But honestly, kondisi organ intim saya sebenarnya baik-baik saja. Setelah diperiksa ke dokter juga semua normal dan sehat.

Rumpi Bergizi Bareng Mbak Heni dan Uni Fifi


Setelah tertunda sekian lama dan sekedar menjadi wacana, akhirnya saya ketemu juga sama dua blogger dan penulis keren ini, Sabtu (9/4/2016). Para blogger mungkin udah tahu Mbak Heni, blogger yang hits dengan aneka resepnya di henipuspita.net dan aneka permainan sains kece banget untuk anak di letsplayandlearn.net. Sebenarnya Mbak Heni adalah senior saya di kampus THP Unila. Meski kami sering komunikasi di dunia maya dari dulu, tapi saya dan Mbak Heni belum pernah ketemu karena pas saya masuk kuliah Mbak Heninya udah lulus. Mungkin emang Mbak Heni nggak ingin ketemu saya. LOL.

Yang satu lagi emang kurang hits di dunia blogging, tapi di dunia lain beliau ini seorang penulis dengan spesialisasi parenting dan cerita anak. Namanya Fitri Restiana, tapi karena beliau orang awak, panggil aja Uni Fifi yang mejeng di fitrirestiana.web.id. Uni Fifi ini ternyata adalah istrinya Cak Kurniadi, yang mana adalah kenalan saya di dunia NGO. Uni Fifi baru saja nerbitin buku solo tentang parenting. Saya baru baca bukunya sedikit dan merasa bahwa buku yang bertajuk Cinta Tanpa Syarat itu emang layak jadi referensi saya sebagai bekal kelak kalau jadi orangtua. 

Amazing-nya lagi, saya, Mbak Heni dan Uni Fifi pernah ada dalam satu buku antologi. Ingat buku antologi keroyokan yang diinisiasi oleh Pakde Cholik, Hati Ibu Seluas Samudera? Iya, kami ada di sana sebagai penulis. Dunia emang nggak selebar daun pisang, ya!

Wisata Bukit Tinggi yang Memanjakan Mata



Perjalanan wisata khusus pada 18 Maret lalu ini diawali dengan insiden telat bangun dan hanya punya waktu tujuh menit untuk bersiap-siap. Pasalnya saya dan Anita, room mate saya di Hotel Ibis Bandara lumayan menyepelekan waktu. Saya sih alasannya karena kecapekan dan telat makan di hari sebelumnya. Tapi who cares-lah yaaa. Beruntungnya kami nggak ketinggalan pesawat karena shuttle bus berangkat dari hotel jam 04.15 WIB sedangkan kami terjadwal terbang dua jam kemudian.
Tidak seperti harapan, pagi-pagi saya nggak sempat sarapan di hotel atau di bandara. Alhasil saya mengandalkan menu sarapan di pesawat Garuda yang ternyata baru datang jam tujuh berikut dengan menu (hanya) omelet. Duh saya pagi-pagi mah mana cukup kalau hanya makan omelet? Pagi-pagi adalah waktunya saya makan berat. karbo, protein, serat, mineral semua makanan termasuk buah dan susu harus saya lahap pagi-pagi. But thank God, masih untung dapat makan. LOL.