Hidup Berkesadaran untuk Kehidupan Berkelanjutan


Seminggu yang lalu, selepas sholat subuh Saya nekat membongkar lemari untuk memilah pakaian layak pakai yang sudah berbulan-bulan namun tidak Saya kenakan. Awalnya, niat Saya memang hanya memilah pakaian yang dari lemari untuk didonasikan di acara thrifting di kampus, dan tentunya supaya tidak ngantuk karena habis begadangan menulis proposal sampai sebelum sahur. Namun, dasar tangan Saya yang gatal dan diiringi suami yang menyindir dengan lagu yang kerap dia gaungkan, Saya merambat memilah satu box dan dua keranjang pakaian yang memang sudah tidak kami pakai. Alasannya, ada yang cacat, kekecilan, dan kebanyakan karena memang tidak nyaman dikenakan.

“… 

You are strong but you're needy
Humble but you're greedy

…” -  A Beautiful MessJason Mraz.

Mengelola Sampah dari Rumah; Belajar dari Pengalaman Kota Bandung

 


Saya selalu gemas kalau ngomongin soal pengelolaan sampah. Gemas kenapa sesusah itu dan kenapa banyak orang yang pura-pura nggak tahu?! 

 

Beruntung Saya dapat kesempatan untuk ikut zoom session terkait hasil studi kasus pengelolaan sampah di Kota Bandung, Selasa (29 Maret 2022). Meski mereka sudah berproses sejak tahun 2015 dan hingga sekarang sudah makin melebar daerah intervensinya, namun ternyata belum signifikan hasilnya. Tata kelola persampahan yang mengusung prinsip Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan atau lebih dikenal dengan Kang Pisman itu ternyata belum mencapai hasil yang diharapkan. Lah, kita kapan hey, Bandar Lampung? Yuk mulai yuk sekarang juga!

Tentang Penyalin Cahaya dan Medusa yang Mengungkap Fakta-fakta

 

Foto: Instagram @penyalincahaya

Kita punya pilihan

Mana yang akan 

Terbungkam lalu padam

Atau berjalan melawan

 

Di Bawah Langit Raksasa. Lagu ini dengan manis membalut keresahan dan amarah akibat tidak adanya keadilan bagi para korban kekerasan seksual yang diwakili oleh Penyalin Cahaya. Sementara, Penyalin Cahaya adalah sebentuk perlawanan. Pada dunia yang tidur, pada dunia yang buta, pada dunia yang kehilangan akal dan perasaan. 

Cara Mendapatkan Surat Kesehatan Rohani, Jasmani, dan Bebas Narkotika


Surat Keterangan Sehat Rohani sangat dibutuhkan dalam memenuhi persyaratan pemberkasan beberapa hal. Bukan hanya sekedar untuk pemberkasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tapi juga untuk melanjutkan Pendidikan, kenaikan jabatan dan sebagainya. Bahkan yang juga Saya amati adalah awareness orang-orang untuk lebih sadar adanya red flag bahwa kita butuh bantuan ahli dalam upaya penyembuhan mental pun makin meluas. Hal ini menjadi kabar baik karena artinya kondisi mental seseorang sangat penting. Seseorang bisa saja betul-betul tidak dalam kondisi baik-baik saja, bukan sekedar baper, atau dalam lecutan hormone PMS tapi bisa jadi seseorang benar-benar butuh pertolongan.

2021




 

Hallo, 2022!

 

Nggak kerasa banget udah ganti tahun. Aku kayak masih mikir ini tuh masih tahun yang sama dengan kemarin dan kemarinnya lagi dan seterusnya. Aku awalnya kayak merasa tidak bisa menerima kenyataan bahwa, oh…udah tahun baru lagi dan aku udah ngapain aja gitu. 

Digitalisasi Aksara Nusantara, Sebentuk Upaya Menduniakan Budaya Indonesia

Aksara Lampung

Kalau bicara soal aksara Nusantara, yang terbesit dalam benak teman-teman apa? Kuno? Pusing? Mabal? LOL. Dulu ada teman Saya yang kalau udah pelajaran Muatan Lokal Bahasa Lampung suka mabal saking pusingnya. Kalau Saya sih suka sama aksara Nusantara. Saya baru berkesampatan belajar aksara Lampung dan sedikit aksara Jawa. Semenyenangkan itu buat Saya seperti halnya juga ketika Saya semangat belajar Katakana dan Hiragana ketika mendalami Bahasa Jepang.

Membangun Tanpa Merusak, Mungkinkah?

 “Hujan yang mengguyur Kota Tapis Berseri sejak Selasa, 9 November 2021 sore mengakibatkan banjir di beberapa lokasi termasuk ruas jalan Protokol Zainal Abidin Pagar Alam.

 

Jalan yang berada tepat di depan mega proyek Mall Plaza Living tersebut tergenang air banjir mencapai sebetis orang deawasa. Akibatnya puluhan kendaraan mobil dan motor terpaksa putar balik dan tidak berani enyeberang takut kendaraannya mogok.”

Inovasi Teknologi untuk Menjaga Kesehatan Pikiran, Jiwa, dan Raga dari Rumah



Pandemi Covid-19 benar-benar membentuk kebiasaan normal baru semua orang. Mulai dari awareness terhadap sanitasi dengan rajin cuci tangan, pakai masker, pangan sehat lokal, sampai munculnya hobi-hobi baru yang dinilai lebih sehat secara fisik dan mental. 

 

Aku juga sama, sekarang jadi makin rajin bertanam sayuran di rumah dan berniat untuk sepedaan lagi pagi-pagi. Awal pandemi pastinya kaget banget dan nggak nyangka bakalan selama ini. Bisnis gulung tikar, daycare tutup, sementara pekerjaan lagi penuh banget load-nya. Bahkan di awal pandemi malah udah kayak bidan yang kudu siaga 24/7. Ngurusin pekerjaan, administrasi, ngajar, adaptasi pandemi itu udah menyiksa banget. Apalagi tanpa bantuan daycare plus masih tetap kudu ngurus rumah dan muter otak biar tetap dapat penghasilan lebih. Ini bukan lagi urusan menjaga kesehatan raga, tapi juga jiwa.

Mewujudkan Target 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD Demi Mencapai Kemandirian Energi

 


 

Tertuang dalam dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target penggunaan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional sebesar 23% pada 2025 dan akan menjadi 31% di 2050. Meski begitu, sampai April 2021, penggunaan energi bersih dan terbarukan di Indonesia baru mencapai kisaran 13,55% dari bauran energi nasional[i].

 

Terkait hal ini, Pertamina berkomitmen menargetkan portofolio energi hijau sebesar 17% dari keseluruhan bisnis energinya pada 2030 mendatang. Ini merupakan komitmen Pertamina mewujudkan transisi energi di Indonesia. Saat ini portofolio energi hijau perseroan baru mencapai 9,2%. Sementara saat ini portofolio energi hijau perseroan baru mencapai 9,2%[ii].

Membangun Portofolio Dosen Menjadi Guru Besar

 



 

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) punya Program Guru Besar Under-45 (GBU 45) sehingga memang di kampus kami sangat gencar dilakukan upaya yang memotivasi sampai ‘memaksa’ para dosennya untuk produktif. Sore ini, Selasa (13 Juli 2021) Saya mengikuti Webinar Series, Jurusan Sains Institut Teknologi Sumatera  dengan tema "Tips dan Trik Menulis Agar Tembus ke Jurnal Internasional : Strategi Percepatan Karir Dosen". Kegiatan ini mendaulat Prof. Dr.sc ETH., Anuraga Jayanegara, S.Pt., PgDip., MSc sebagai narasumber. 

Sustainable Fashion: Ethics & Aesthetics

 


“As consumers, we have so much power to change the world by just being careful in what we buy” -Emma Watson.

 

“Bu, itu lemari penuh?” tanya Saya sembari menunjuk ke arah lemari batu di sudut rumah.

 

“Iya. Itu isinya bajumu!”

 

Mudik dan Saya dalam Love-Hate-Relationship

Mudik pertama dan terakhir kali bersama bayi berumur belum genap satu tahun
Mudik dua tahun lalu bersama bayi berumur belum genap satu tahun

Saya pernah bilang kepada Ibu, kalau Saya benci lebaran. Sependek Saya ingat perjalanan hidup Saya menjelang, ketika, dan setelah lebbaran, kepala Saya lelah. Lelah dengan mata yang melihat perempuan-perempuan bersolek namun sangat kontras dengan karakter tubuhnya, berhias dengan pakaian warna-warni lengkap dengan aksesoris yang nampak nggak pada tempatnya, dan paling Saya ingat adalah sandal-sandal hak tinggi bahkan lancip yang dikenakan di halaman berlumpur. Sangat tidak pada tempatnya. Itulah gambaran para pemudik yang menyambangi kampung kecil Saya setelah setahun bergumul dengan Ibu Kota. Biasanya, orang-orang di kampung itu bekerja sebagai asisten rumah tangga, atau buruh di pabrik-pabrik. Ketika mudik, mereka harus nampak seperti orang Kota untuk memperlihatkan pencapaiannya.

Tips Menyimpan Kue Kering Agar Tetap Renyah Tahan Lama

 

Sumber: CNN Indonesia

Wow, udah mau Ramadan lagi yah. Udah mau lebaran seiring dengan merebaknya invasi iklan sirup dimana-mana. Masyaa Allah... pandemi udah mau dua kali puasa dua kali lebaran. Semoga pandemi segera berlalu. 

5K dari Prof. Ujang Sumarwan untuk Lulus S3 Tepat Waktu

 


Ujian Prakualifikasi adalah hal yang paling saya takuti ketika menjalani pendidikan doktoral. Hal itu Saya sampaikan pada forum diskusi Sosialisasi Tips dan Trik Sukses Kuliah Magister dan Doktor yang mendapuk Dekan Fakultas Ekologi Manusia, Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. sebagai pembicara. Kegiatan yang dipandu oleh Ketua Program Studi Keluarga dan Konsumen, Dr. Diah Krisnatuti  ini digelar pada Jumat (5/3/2021) secara daring.

Hadapi Anak Tantrum tanpa Ikut Tantrum

 


Menjadi orang tua bagi kami memang benar-benar bukan sekedar melahirkan Sakhaboy kedunia. Menjadi orang tua adalah melahirkan Saya sebagai Ibu, melahirkan HB sebagai Bapak , melahirkan orang tua Saya sebagai Eyang, dan melahirkan orang tua HB sebagai Aki dan Nini. Kami benar-benar terlahir kembali. Kami semua sama-sama harus belajar. Seperti juga Sakhaboy yang berproses, kami juga berproses, utamanya Saya dan HB.

 

Saat ini Sakhaboy sedang melewati usia dua tahun. Usia yang katanya paling menantang. Usia yang katanya paling menguras segalanya. Teribble two, mereka seringkali menyebutnya demikian.

 

Dukung Program Langit Biru, Gengsi di Atas Nilai Ekonomi

 


Meminjam quote dari Putri Pariwisata Indonesia Intelegensia 2017, Banadhi Kurnia Dewi bahwa bagi anak muda, gengsi lebih penting dari nilai ekonomi. Nyatanya memang berlaku bagi kalangan muda termasuk dalam hal memilih gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Hadir dalam kesempatan yang sama, Olga Lidya pun turut mengamini pernyataan eks Cherrybelle itu. Menurutnya gaya hidup kekinian adalah gaya hidup ramah lingkungan. Meski pun awalnya hanya ikut-ikutan demi alasan gengsi, namun anak muda yang memilih untuk turut menjaga bumi sangat patut untuk diapresiasi.

***

Hari ini, Rabu (3/3/2021), saya mengikuti diskusi publik yang bertajuk Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan KBR. Acara ini dihadiri 148 peserta dari berbagai kalangan mulai dari perwakilan NGO, Dinas-dinas di daerah, influencer, dan sebagainya. Sejak didirikan 48 tahun lalu YLKI bertugas mengawal masalah perlindungan konsumen dan membantu pemerintah. Dalam konteks ini, salah satu dari lima pilar YLKI adalah gerakan konsumen menjaga dan mencintai lingkungan di bumi.

 

Keluar dari Pandemi Covid Melawan Multiyear Ressession

 





Pada sesi kali ini, TED memilih tajuk What coronavirus means for the global economy. Hadir sebagai tamu dalam sesi ini Raymond Dalio atau yang lebih dikenal dengan nama Ray Dalio dengan Corey Hajim sebagai host.

Ray lahir pada 8 Agustus 1949 di lingkungan Jackson Heights di wilayah Queens, New York City, Amerika Serikat. Dia adalah putra seorang musisi jazz keturunan Italia, Marino Dallolio, pemain klarinet dan saksofon di klub jazz Manhattan seperti Copacabana. Ibunya Ann adalah seorang ibu rumah tangga. Ray merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Ray adalah pendiri, wakil ketua, dan wakil kepala firma investasi Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia.

Ini Solusi Persoalan Sampah di Kota Tapis Berseri

 


Pengap, sumpek, bau. Setidaknya itulah kesan Saya sewaktu mengunjungi TPA Sampah Bakung akhir tahun lalu. Saya datang sekitar jam sembilan pagi, ketika truk-truk bermuatan sampah mulai memasuki area seluas 14 hektar itu. Beberapa ekor kambing pemakan sampah meyambut Saya dengan suka cita. Saya pun lantas larut memperhatikan proses penimbangan truk yang nampak sebagai formalitas belaka. Kemudian Saya diajak ke tempat pembuatan kompos. Di sana sampah organik dari pasar pada akhirnya dicacah, dikeringkan, lalu ditimbun beberapa hari untuk kemudian dihaluskan lagi dan disebut kompos. Di lokasi itu pula tinggal puluhan keluarga pemulung mulai dari balita sampai lansia. Bukan sekedar rumah-rumah kardus semata, bahkan ada juga warung di sana. Kalian boleh tak percaya, mungkin sampai kelak di sana terjadi peristiwa Leuwigajah Jilid Dua. 

Pengalaman Treatment di Sumia Aesthetic Clinik Bandar Lampung

 



Memasuki tahun 2021 dengan #dirumahaja namun tetap bisa keliling dunia semakin meyakinkan Saya untuk punya resolusi kulit makin sehat. Saya emang nggak jarang dapat pujian bahwa kuliat Saya cenderung nggak bermasalah dan kayak baby skin. Ah, masa iya sih? Sekilas emang nampak nggak ada masalah, bahkan Saya jarang banget jerawatan. Masalah Saya mentok di komedo dan flek hitam. Iya, ini karena emang Saya semalas itu merawat kulit. Bahkan pakai sunscreen aja enggak.

#SSC: Day 2 Full of Mind and Gumush

 



Sebelum training dimulai, Kak Mila Nuh melakukan mindfulness check in dengan pertanyaan “tuliskan 3 kata yang membuatmu tersenyum dan bersyukur hari ini?” Hari ini Saya bersyukur karena bisa membantu tetangga dengan membeli produknya, lalu kepasar, lalu berhasil masak gulai ayam. Dan Saya merekam perjalanan kepasar, semoga bisa tayang di YouTube!

 Check ini dilakukan setiap pertemuan untuk mengantarkan peserta menuju materi pertama yaitu mindfulness.